Kamis, 03 Desember 2015

Download Soal Dan Pembahasan UN Biologi 2011

Hai Sobat sebentar lagi kita menghadapi ujian nihh ayo semangat belajarnya yaaa apalagi bagi kalian yang kelas XII IPA Khususnyaa
ayo download link nya disini

Kamis, 17 September 2015

LATIHAN 2 (UTS)

Anda Merasa Pelajar? Sering Belajar dong ya~ Apakah Belajar anda sudah efektif?







Waah si TS telat nih posting ginian~ apalagi buat yang kelas 12 telaat banget.
Oke deh maafin ts :v karena baru kepikiran sekarang juga terinspirasi dari banyak orang yang telah nyupport buat ginian heheh. Untuk kelas 10, 11, atau bahkan yang masih under age hahaha lumayan bermanfaat buat kalian hehehe

Mari kita kuliti apa itu belajar dan apa itu belajar efektif. "enggak sama cara belajar efektifnya?" tenang saya juga akan memaparkan caranya hehe. dan masih ada beberapa hal All about study for student's [absurd banget inggris si ts ]
Tiga hal penting dalam belajar
Menurut gw, ada 3 elemen penting dalam belajar. Belajar... belajar... belajar... apaan sih tuh?. Apa hayooo TS juga kagak ngerti amat itu belajar. Seriously... dan mungkin termasuk elo yang lagi baca ini. Tapi ngedefinisiin apa itu belajar ternyata susah juga.
Gue mau coba dengan mengambil analogi "belajar berenang". Dalam proses belajar itu, ada tiga hal yang perlu diperhatiin:
  1. Ada rasa takut. Takut tenggelam, takut malu kalau kelihatan nggak bisa, dsb.
  2. Ada teori berenang. Cara-cara mengambil nafas, cara gerakin tangan dan kaki, dsb yang bisa dipelajari dari orang lain.
  3. Ada action yang harus dilakuin. Lo harus bener-bener berenang untuk nunjukin kalau lo udah bisa berenang.
So, gue mau bahas tiga hal itu satu per satu: Takut, Teori, dan Action.
1. Ada rasa Takut
Rasa takut ini penting banget dalam belajar. Dimulai dari hal yang simple kayak takut ngomong ke orang yang lebih tua, murid takut ngomong sama guru, dsb. Takut gagal padahal udah berusaha maksimal. Takut bikin keputusan yang salah. Takut nggak lulus padahal udah belajar mati-matian. Takut ngomong di depan banyak orang. Takut nggak bisa mengemban tugas dengan baik. Takut menerima tugas baru, dsb.(lo banget kaaan :v)

And you know what? This is the good news
! kalau lo bisa ngelewatin rasa takut itu, lo berarti udah belajar sesuatu yang baru. Dan kemungkinan besar lo naik level Description: :)
Nah, sekarang coba lo tanya ke diri lo sendiri,  Ketika gue belajar, apakah gue cuma mau belajar yang gue udah bisa aja? Atau gue berani trying new things yang awalnya gue takutin?
2. Ada Teori

Well, gue paling nggak suka kata-kata, "ah, cuma teori. Prakteknya mah beda". Karena teori yang bener ya harus dibangun dari kenyataan dan harus sejalan dengan prakteknya. Kalau prakteknya beda, ya berarti teorinya salah. Teori yang bener itu juga dibangun dari pengalaman.
Manusia udah tinggal di bumi sejak 100.000 tahun yang lalu. Peradaban manusia mungkin udah ada sejak kita mengenal pertanian, kalo nggak salah sekitar 30.000-60.000 tahun yang lalu. Dan kita udah mengenal alat tulis sekitar 5000-10.000 tahun yang lalu. Sepanjang perjalanan manusia itu, ada banyak banget yang bisa dipelajarin.
And another good news! Berbagai teori yang pernah ada itu bisa diakses dalam bentuk buku, audiobook, webpage, multimedia, atau bahkan orangnya langsung.
Nah, sekarang coba lo tanya ke diri lo sendiri, Ketika gue belajar, apakah gue cuma mengandalkan diri sendiri? Atau gue belajar dari pengalaman orang lain?
3. Ada Action
Action juga nggak boleh dilupain dalam belajar. Apakah lo percaya orang yang bilang, "gue udah tau teori berenang, berarti gue pasti bisa berenang" kalau dia juga bilang dia belum pernah berenang sama sekali? Murid-murid aja disuruh ngerjain soal kok untuk membuktikan kalau dia bener-bener mengerti konsepnya.
Kesempatan untuk melakukan action ini emang nggak sering. Kayak kesempatan untuk jadi leader, kesempatan untuk bicara di depan publik, kesempatan untuk ngomong dengan calon customer, kesempatan untuk untuk mengatur finansial perusahaan, kesempatan untuk membuat business unit baru, dsb. Itu nggak selalu datang dengan sendirinya.
But the good news is, kesempatan itu nggak selalu ngedatengin elo. Kadang-kadang elo yang harus nyamperin. So... Don't be an island. Wake up!!! Jangan malu ngomong kalau lo ngerasa siap melakukan action tertentu yang berguna buat diri lo dan orang lain.
Nah, sekarang coba lo tanya lagi ke diri lo sendiri, Apakah gue cuma menunggu kesempatan datang? Atau gue sering berusaha menciptakan kesempatan itu sendiri dan siap action ketika kesempatan itu bener-bener ada?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
So, gue ulang lagi ya: Dalam belajar, ada tiga hal yang penting untuk diperhatiin: Rasa Takut, Teori, dan Action. Coba lo tanya lagi ke diri lo sendiri 3 pertanyaan itu, dan coba jawab. Kalau lo ngerasa nggak puas dengan jawabannya, berarti ada yang harus berubah.
‘Gimana? Ada sedikit pencerahan? Kalo belum ngerti, coba ulang lagi deh baca bacanya :v
Oke next, giliran belajar EFEKTIF/EFISIEN
Belajar yang berkualitas bagi seorang pelajar adalah belajar yang efektif dan efisien.   Belajar  yang tidak bermutu sama dengan buang-buang energi.. Kalau usia muda hilang karena kesia-siaan maka tidak akan dapat diambil kembali.


Belajar Efektif
1. Pengertian Belajar Efektif. Belajar efektif adalah cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu sendiri, sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan. Misalnya, siswa dapat melakukan operasi perkalian dan mampu menjawab soal gurunya dengan baik dan benar.

2. Persiapan Belajar Efektif. Agar belajar menjadi efektif ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:
1) Tumbuhkan motivasi untuk belajar, dengan pertanyaan berikut: 'mengapa saya harus belajar, untuk apa saya belajar?
2) Buatlah jadwal belajar yang rutin dan teratur, misalnya setiap hari ada tiga kali waktu untuk balajar (siang hari pkl 14.00- 16.00, malam hari pkl 19.00-21.00, dini hari pkl 03.30-05.00).


Dalam menetapkan jadwal pelajaran, ada dua hal yang harus dipertimbangkan yaitu: Sesuaikan jenis pelajaran yang akan dipelajari dengan waktu belajar yang sudah ditetapkan, misalnya: waktu siang untuk mengulang, malam untuk pelajaran eksak Matematika/IPA, dini hari untuk hapalan. Porsi belajar di sekolah dan di rumah harus seimbang, artinya jika pelajaran matematika di sekolah belajar 3 x seminggu, maka di rumah pun harus belajar 3 x seminggu. Jika jadwal belajar sudah dibuat, maka hendaklah dipatuhi dan dilaksanakan. Belajar sedikit-sedikit tapi rutin masih lebih efektif daripada belajar banyak tetapi tidak rutin. Lakukan prinsip : 6 x @ 2 jam seminggu = 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam
Hindarkan prinsip : 2 x @ 6 jam seminggu = 6 jam + 6 jam
3) Siapkan fasilitas belajar, seperti tempat belajar, alat tulis, buku catatan dan latihan, buku pelajaran dan alat bantu belajar.

4) Jaga stamina baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) agar tetap kondisi prima dan berdoa.
Setelah agan dan aganwati memenuhi persyaratan di atas ini dia cara belajar efektif
  1. Berdoa sebelum dan sesudah belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat
  2. Tentukan tujuan belajar, belajar untuk apa, untuk mencapai apa, untuk menguasai apa atau untuk tujuan apa? menentukan tujuan belajar akan membuat belajarmu bisa lurus di jalurnya dan tidak menggak-menggok
  3. Tentukan target hidup yang ingin dicapai dari hasil belajar, misalnya nilai ulangan tinggi, nilai raport memuaskan atau lulus dengan prestasi. menentukan target hidup akan memberi motivasi agar belajar terus bersemangat. bila perlu tuliskan target hidup kalian sebagai cita-cita dan tempelkan di tempat yang bisa kalian lihat setiap hari.
  4. Buatlah jadwal belajar dan taati jadwal itu. Buatlah jadwal jam berapa saja kalian harus belajar dan berapa lama kalian belajar. Belajar yang terjadwal akan menjadi pedoman harian bagi kalian untuk tetap belajar setiap hari tanpa absen, berikan sanksi diri jika kalian melanggarnya, misalnya dengan menggantinya di jam yang lain hari itu dengan durasi yang sama persis dan ditambah menghafal lima suku kata bahasa Inggris dan lain-lain. Ingat : singkat OK  tapi rutin, jangan SKSan. Belajar singkat tapi rutin jauh lebih baik dari sistem kebut semalam, 
  5.  Istirahatlah, berikan rehat bagi diri kalian sendiri dari aktifitas belajar, misalnya setelah belajar selama satu jam istirahatlah selama 5 sampai 10 menit dengan kegiatan santai yang kalian sukai, sekedar minum atau jalan-jalan sebentar
  6. Tuliskan dan tandai, tuliskan hal-hal penting dari yang dipelajari dari buku sumber belajar dalam buku catatan, buatlah ringkasan atau kata-kata kunci, kalau perlu buat jembatan keledai agar mudah diingat. Tandai bagian yang penting dari buku sumber dengan tanda-tanda yang menarik dan mudah dilihat, kalau buku itu milik sendiri bisa menggunakan stabilo atau pensil warna, kalau ingin buku tetap bersih bisa menggunakan potongan kertas warna-warni yang diselipkan di halaman buku yang diinginkan
  7. Kondisikan dan nikmati, kondisikan ruang belajar kamu agar nyaman untuk belajar, atur sedemikian rupa sehingga meja, kursi, rak buku, dan lampu pada posisi yang pas untuk mendukung kenyamanan belajar, berikan hiasan yang membuat kamu nyaman dan senang berada disana, bermainlah dengan warna-warna yang cerah dan lembut untuk cat tembok dan furniture, kalau memungkinkan berilah tanaman hijau dalam pot yang cocok untuk indoor agar suasana segar dapat kau rasakan, setelah itu nikmati
  8. Jauhkan semua gangguan, kalau tidak bisa, maka kalian yang harus menjauhinya, misalnya televisi, yang terbaik terkait dengan televisi ini adalah adanya kesepakatan seluruh anggota keluarga yaitu dengan tidak menghidupkan televisi pada jam-jam belajar
  9. Kenali tipe belajarmu, kalau kamu suka belajar dengan simbol, gambar dan visualisasi maka belajarlah yang melibatkan hal-hal visual yang akan membuatmu tertarik, misalnya dengan memperhatikan gambar-gambar pada buku sumber kemudian menelaah penjelasannya, gunakan ilustrasi dan warna yang bervariasi dalam buku catatanmu agar selalu berminat untuk mempelarinya. Kalau kamu suka belajar dengan mendengarkan suara kamu bisa membaca sambil bersuara, atau sambil mendengarkan suara lain yang kamu sukai
  10. Baca, baca, dan baca, jangan bosan jangan malas untuk membaca dan terus giat membaca, karena membaca menjadi pintu masuk pengetahuan dan wawasan yang merupakan tahapan belajar dasar, semua sumber belajar sekarang ini kebanyakan berbasis teks, jadi jangan malas untuk membaca, kalau ada waktu luang diluar jadwal belajarmu gunakan untuk membaca agar wawasanmu makin luas dan pengetahuanmu terus bertambah.
Nah itu yang bisa ts berikan sma agan dan aganwati sekalian… masih membingungkan? Tak sanggup ngejalanin aktivitas gituan? Hmm sudah ts duga hahhaa :v
Oke lah kalian bisa rangkum sesederhana mungkin
Misal nih lo punya tugas buat hari kamis, semua mata pelajaran punya tugas masing masing yang harus di kumpulin di hari itu juga. Apalagi eksak semua (Fisika, Kimia, Matematika peminatan)  kebayang kan apalagi dengan jumlah butir soal yang “amalayah” tips dari Ts buat situasi darurat kayak gitu cara mainin tuh tugas gini ya… pulang sekolah jam 13.45 (kalo gak ada ekskul, kalo ada izin aja) istirahat dulu, makan dulu, nyantei dulu sekitar 30 menit, tunggu adzan ashar dan sholat terlebih dahulu setelah itu kerjakan tugas yang menurut lo lo pada, mudah missal (fisika) nah kerjain sebisa lo, dengan tidak melupakan referensinya. Setelah 1 jam, lo istirahat [ganti “kamu” aja deh biar sopan dikit] kamu istirahatin tuh otak 5-10 menit sambil makan cemilan, minum air putih biar fokus~ nah setelah itu lanjut lagi belajar dan seterusnya”
Ts yakin sampe jam 21-an tugas pasti kelar asal dilakukan dengan sungguh sungguh dan tidak BBM-an dengan orang orang tercinta kalian.coba deh coba ayooo di coba hahah
“gan kan belajar itu gak semudah di katakan pasti banyak hambatan nya mmm…”
Memang banyak sekaleeeeh hambatannya beberapa diantaranya:
Ini 6 masalah utamanya
  1. Penyakit paling klise: MALES!
  2. Belajar (hanya) untuk mengejar nilai akademis
  3. Menghakimi diri sendiri "Gue kan emang bukan anak pinter"
  4. Benci sama mata pelajaran tertentu
  5. Cara belajar yang salah (Belajar = sibuk hafalin rumus, tahun, istilah, nama orang, dsb)
  6. Semangat belajar yang nggak konsisten


Oh ya untuk mengatasi enam masalah utama dalam belajar nanti ts posting soalnya ini udah kepanjangan dan bikin jari ts kriting :’v hahah
Bye Bye cukup sekian Dari TS yang kurang sopan ini, maksud ts sih, ts pake bahasa yang akrab dan agak gahool sikit biar di mengerti sama anak alay Remaja remaja jaman sekarang hehe
Mohon maaf masih banyak typo yang awur awuran sana sini hehe di maafkan? Oke SEKIAN DAN TERIMAKASIH
                                 

END
Source By : Zenius.com

Minggu, 23 Agustus 2015

Asal Muasal Nama "Garut"




Asal muasal nama Garut


Sejarah Kabupaten Garut berawal dari pembubaran Kabupaten Limbangan pada tahun 1811 oleh Daendles dengan alasan produksi kopi dari daerah Limbangan menurun hingga titik paling rendah nol dan bupatinya menolak perintah menanam nila(indigo). Pada tanggal 16 Pebruari 1813, Letnan Gubernur di Indonesia yang pada waktu itu dijabat oleh Raffles, telah mengeluarkan Surat Keputusan tentang pembentukan kembali Kabupaten Limbangan yang beribu kota di Suci. Untuk sebuah Kota Kabupaten, keberadaan Suci dinilai tidak memenuhi persyaratan sebab daerah tersebut kawasannya cukup sempit.

Berkaitan dengan hal tersebut, Bupati Limbangan Adipati Adiwijaya (1813-1831) membentuk panitia untuk mencari tempat yang cocok bagi Ibu Kota Kabupaten. Pada awalnya, panitia menemukan Cumurah, sekitar 3 Km sebelah Timur Suci (Saat ini kampung tersebut dikenal dengan nama Kampung Pidayeuheun). Akan tetapi di tempat tersebut air bersih sulit diperoleh sehingga tidak tepat menjadi Ibu Kota. 

Selanjutnya panitia mencari lokasi ke arah Barat Suci, sekitar 5 Km dan mendapatkan tempat yang cocok untuk dijadikan Ibu Kota. Selain tanahnya subur,
tempat tersebut memiliki mata air yang mengalir ke Sungai Cimanuk serta pemandangannya indah dikelilingi gunung, seperti Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Galunggung, Gunung Talaga Bodas dan Gunung Karacak.

Saat ditemukan mata air berupa telaga kecil yang tertutup semak belukar berduri (Marantha), seorang panitia "kakarut" atau tergores tangannya sampai berdarah. Dalam rombongan panitia, turut pula seorang Eropa yang ikut membenahi atau "ngabaladah" tempat tersebut. Begitu melihat tangan salah seorang panitia tersebut berdarah, langsung bertanya : "Mengapa berdarah?" Orang yang tergores menjawab, tangannya kakarut. Orang Eropa atau Belanda tersebut menirukan kata kakarut dengan lidah yang tidak fasih sehingga sebutannya menjadi "gagarut".

Sejak saat itu, para pekerja dalam rombongan panitia menamai tanaman berduri dengan sebutan "Ki Garut" dan telaganya dinamai "Ci Garut". (Lokasi telaga ini sekarang ditempati oleh bangunan SLTPI, SLTPII, dan SLTP IV Garut). Dengan ditemukannya Ci Garut, daerah sekitar itu dikenal dengan nama Garut. Cetusan nama Garut tersebut direstui oleh Bupati Kabupaten Limbangan Adipati Adiwijaya untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Limbangan.



Minggu, 09 Agustus 2015

tes :v

Featured Documents

Customization

View more

Tips and Tricks

View more

Image Documents

View more

Tutorials

View more

Legal Documents

View more

Getting Started

View more