Anda
Merasa Pelajar? Sering Belajar dong ya~ Apakah Belajar anda sudah efektif?
Waah
si TS telat nih posting ginian~ apalagi buat yang kelas 12 telaat banget.
Oke deh maafin ts :v karena baru kepikiran sekarang
juga terinspirasi dari banyak orang yang telah nyupport buat ginian heheh.
Untuk kelas 10, 11, atau bahkan yang masih under age hahaha lumayan
bermanfaat buat kalian hehehe
Mari kita kuliti apa itu belajar dan apa itu belajar efektif. "enggak sama cara belajar efektifnya?" tenang saya juga akan memaparkan caranya hehe. dan masih ada beberapa hal All about study for student's [absurd banget inggris si ts ]
Tiga hal
penting dalam belajar
Menurut gw, ada 3 elemen penting dalam belajar. Belajar... belajar... belajar... apaan sih tuh?. Apa hayooo TS juga kagak ngerti amat itu belajar. Seriously... dan mungkin termasuk elo yang lagi baca ini. Tapi ngedefinisiin apa itu belajar ternyata susah juga.
Menurut gw, ada 3 elemen penting dalam belajar. Belajar... belajar... belajar... apaan sih tuh?. Apa hayooo TS juga kagak ngerti amat itu belajar. Seriously... dan mungkin termasuk elo yang lagi baca ini. Tapi ngedefinisiin apa itu belajar ternyata susah juga.
Gue mau
coba dengan mengambil analogi "belajar berenang". Dalam proses
belajar itu, ada tiga hal yang perlu diperhatiin:
- Ada rasa takut. Takut
tenggelam, takut malu kalau kelihatan nggak bisa, dsb.
- Ada teori berenang. Cara-cara
mengambil nafas, cara gerakin tangan dan kaki, dsb yang bisa dipelajari
dari orang lain.
- Ada action yang harus
dilakuin. Lo harus bener-bener berenang untuk nunjukin kalau lo udah bisa
berenang.
So, gue
mau bahas tiga hal itu satu per satu: Takut, Teori, dan Action.
1. Ada
rasa Takut
Rasa takut ini penting banget dalam belajar. Dimulai dari hal yang simple kayak takut ngomong ke orang yang lebih tua, murid takut ngomong sama guru, dsb. Takut gagal padahal udah berusaha maksimal. Takut bikin keputusan yang salah. Takut nggak lulus padahal udah belajar mati-matian. Takut ngomong di depan banyak orang. Takut nggak bisa mengemban tugas dengan baik. Takut menerima tugas baru, dsb.(lo banget kaaan :v)
And you know what? This is the good news! kalau lo bisa ngelewatin rasa takut itu, lo berarti udah belajar sesuatu yang baru. Dan kemungkinan besar lo naik level
Rasa takut ini penting banget dalam belajar. Dimulai dari hal yang simple kayak takut ngomong ke orang yang lebih tua, murid takut ngomong sama guru, dsb. Takut gagal padahal udah berusaha maksimal. Takut bikin keputusan yang salah. Takut nggak lulus padahal udah belajar mati-matian. Takut ngomong di depan banyak orang. Takut nggak bisa mengemban tugas dengan baik. Takut menerima tugas baru, dsb.(lo banget kaaan :v)
And you know what? This is the good news! kalau lo bisa ngelewatin rasa takut itu, lo berarti udah belajar sesuatu yang baru. Dan kemungkinan besar lo naik level
Nah,
sekarang coba lo tanya ke diri lo sendiri, Ketika gue belajar,
apakah gue cuma mau belajar yang gue udah bisa aja? Atau gue berani trying new
things yang awalnya gue takutin?
2. Ada Teori
Well, gue paling nggak suka kata-kata, "ah, cuma teori. Prakteknya mah beda". Karena teori yang bener ya harus dibangun dari kenyataan dan harus sejalan dengan prakteknya. Kalau prakteknya beda, ya berarti teorinya salah. Teori yang bener itu juga dibangun dari pengalaman.
Manusia
udah tinggal di bumi sejak 100.000 tahun yang lalu. Peradaban manusia mungkin
udah ada sejak kita mengenal pertanian, kalo nggak salah sekitar 30.000-60.000
tahun yang lalu. Dan kita udah mengenal alat tulis sekitar 5000-10.000 tahun
yang lalu. Sepanjang perjalanan manusia itu, ada banyak banget yang bisa
dipelajarin.
And another
good news! Berbagai
teori yang pernah ada itu bisa diakses dalam bentuk buku, audiobook,
webpage, multimedia, atau bahkan orangnya langsung.
Nah,
sekarang coba lo tanya ke diri lo sendiri, Ketika gue belajar, apakah gue
cuma mengandalkan diri sendiri? Atau gue belajar dari pengalaman orang lain?
3. Ada Action
Action juga nggak boleh dilupain dalam belajar. Apakah lo percaya orang yang bilang, "gue udah tau teori berenang, berarti gue pasti bisa berenang" kalau dia juga bilang dia belum pernah berenang sama sekali? Murid-murid aja disuruh ngerjain soal kok untuk membuktikan kalau dia bener-bener mengerti konsepnya.
Action juga nggak boleh dilupain dalam belajar. Apakah lo percaya orang yang bilang, "gue udah tau teori berenang, berarti gue pasti bisa berenang" kalau dia juga bilang dia belum pernah berenang sama sekali? Murid-murid aja disuruh ngerjain soal kok untuk membuktikan kalau dia bener-bener mengerti konsepnya.
Kesempatan
untuk melakukan action ini emang nggak sering. Kayak kesempatan untuk
jadi leader, kesempatan untuk bicara di depan publik, kesempatan untuk
ngomong dengan calon customer, kesempatan untuk untuk mengatur finansial
perusahaan, kesempatan untuk membuat business unit baru, dsb. Itu nggak
selalu datang dengan sendirinya.
But the
good news is,
kesempatan itu nggak selalu ngedatengin elo. Kadang-kadang elo yang harus
nyamperin. So... Don't be an island. Wake up!!! Jangan malu
ngomong kalau lo ngerasa siap melakukan action tertentu yang berguna
buat diri lo dan orang lain.
Nah,
sekarang coba lo tanya lagi ke diri lo sendiri, Apakah gue cuma menunggu
kesempatan datang? Atau gue sering berusaha menciptakan kesempatan itu sendiri
dan siap action ketika kesempatan itu bener-bener ada?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
So, gue
ulang lagi ya: Dalam belajar, ada tiga hal yang penting untuk diperhatiin: Rasa
Takut, Teori, dan Action. Coba lo tanya lagi ke diri lo
sendiri 3 pertanyaan itu, dan coba jawab. Kalau lo ngerasa nggak puas dengan
jawabannya, berarti ada yang harus berubah.
‘Gimana?
Ada sedikit pencerahan? Kalo belum ngerti, coba ulang lagi deh baca bacanya :v
Oke next,
giliran belajar EFEKTIF/EFISIEN
Belajar yang berkualitas bagi seorang pelajar adalah
belajar yang efektif dan efisien. Belajar yang tidak bermutu sama
dengan buang-buang energi.. Kalau usia muda hilang karena kesia-siaan
maka tidak akan dapat diambil kembali.
Belajar Efektif
1. Pengertian Belajar Efektif. Belajar efektif adalah cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu sendiri, sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan. Misalnya, siswa dapat melakukan operasi perkalian dan mampu menjawab soal gurunya dengan baik dan benar.
2. Persiapan Belajar Efektif. Agar belajar menjadi efektif ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:
1) Tumbuhkan motivasi untuk belajar, dengan pertanyaan berikut: 'mengapa saya harus belajar, untuk apa saya belajar?
2) Buatlah jadwal belajar yang rutin dan teratur, misalnya setiap hari ada tiga kali waktu untuk balajar (siang hari pkl 14.00- 16.00, malam hari pkl 19.00-21.00, dini hari pkl 03.30-05.00).
Dalam menetapkan jadwal pelajaran, ada dua hal yang harus dipertimbangkan yaitu: Sesuaikan jenis pelajaran yang akan dipelajari dengan waktu belajar yang sudah ditetapkan, misalnya: waktu siang untuk mengulang, malam untuk pelajaran eksak Matematika/IPA, dini hari untuk hapalan. Porsi belajar di sekolah dan di rumah harus seimbang, artinya jika pelajaran matematika di sekolah belajar 3 x seminggu, maka di rumah pun harus belajar 3 x seminggu. Jika jadwal belajar sudah dibuat, maka hendaklah dipatuhi dan dilaksanakan. Belajar sedikit-sedikit tapi rutin masih lebih efektif daripada belajar banyak tetapi tidak rutin. Lakukan prinsip : 6 x @ 2 jam seminggu = 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam
Hindarkan prinsip : 2 x @ 6 jam seminggu = 6 jam + 6 jam
3) Siapkan fasilitas belajar, seperti tempat belajar, alat tulis, buku catatan dan latihan, buku pelajaran dan alat bantu belajar.
4) Jaga stamina baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) agar tetap kondisi prima dan berdoa.
1. Pengertian Belajar Efektif. Belajar efektif adalah cara belajar yang dapat meraih tujuan yang ingin dicapai dari belajar itu sendiri, sesuai dengan kompetensi dasar dari materi yang diajarkan. Misalnya, siswa dapat melakukan operasi perkalian dan mampu menjawab soal gurunya dengan baik dan benar.
2. Persiapan Belajar Efektif. Agar belajar menjadi efektif ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, yaitu:
1) Tumbuhkan motivasi untuk belajar, dengan pertanyaan berikut: 'mengapa saya harus belajar, untuk apa saya belajar?
2) Buatlah jadwal belajar yang rutin dan teratur, misalnya setiap hari ada tiga kali waktu untuk balajar (siang hari pkl 14.00- 16.00, malam hari pkl 19.00-21.00, dini hari pkl 03.30-05.00).
Dalam menetapkan jadwal pelajaran, ada dua hal yang harus dipertimbangkan yaitu: Sesuaikan jenis pelajaran yang akan dipelajari dengan waktu belajar yang sudah ditetapkan, misalnya: waktu siang untuk mengulang, malam untuk pelajaran eksak Matematika/IPA, dini hari untuk hapalan. Porsi belajar di sekolah dan di rumah harus seimbang, artinya jika pelajaran matematika di sekolah belajar 3 x seminggu, maka di rumah pun harus belajar 3 x seminggu. Jika jadwal belajar sudah dibuat, maka hendaklah dipatuhi dan dilaksanakan. Belajar sedikit-sedikit tapi rutin masih lebih efektif daripada belajar banyak tetapi tidak rutin. Lakukan prinsip : 6 x @ 2 jam seminggu = 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam + 2 jam
Hindarkan prinsip : 2 x @ 6 jam seminggu = 6 jam + 6 jam
3) Siapkan fasilitas belajar, seperti tempat belajar, alat tulis, buku catatan dan latihan, buku pelajaran dan alat bantu belajar.
4) Jaga stamina baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) agar tetap kondisi prima dan berdoa.
Setelah
agan dan aganwati memenuhi persyaratan di atas ini dia cara belajar efektif
Berikut 10
Trik Jitu Cara Belajar Berkualitas yang Efektif dan Efisien yang dapat kalian praktikkan,
- Berdoa sebelum dan sesudah
belajar, doa menguatkan jiwa dan memberikan keberkahan pada usaha, karena
itu jangan pernah dilupakan, usaha dunia tapi berpahala akhirat
- Tentukan tujuan belajar,
belajar untuk apa, untuk mencapai apa, untuk menguasai apa atau untuk
tujuan apa? menentukan tujuan belajar akan membuat belajarmu bisa lurus di
jalurnya dan tidak menggak-menggok
- Tentukan target hidup yang
ingin dicapai dari hasil belajar, misalnya nilai ulangan tinggi, nilai
raport memuaskan atau lulus dengan prestasi. menentukan target hidup akan
memberi motivasi agar belajar terus bersemangat. bila perlu tuliskan
target hidup kalian sebagai cita-cita dan tempelkan di tempat yang bisa
kalian lihat setiap hari.
- Buatlah jadwal belajar dan
taati jadwal itu. Buatlah jadwal jam berapa saja kalian harus belajar dan
berapa lama kalian belajar. Belajar yang terjadwal akan menjadi pedoman
harian bagi kalian untuk tetap belajar setiap hari tanpa absen, berikan
sanksi diri jika kalian melanggarnya, misalnya dengan menggantinya di jam
yang lain hari itu dengan durasi yang sama persis dan ditambah menghafal
lima suku kata bahasa Inggris dan lain-lain. Ingat : singkat OK tapi
rutin, jangan SKSan. Belajar singkat tapi rutin jauh lebih baik dari
sistem kebut semalam,
- Istirahatlah, berikan rehat bagi diri
kalian sendiri dari aktifitas belajar, misalnya setelah belajar selama
satu jam istirahatlah selama 5 sampai 10 menit dengan kegiatan santai yang
kalian sukai, sekedar minum atau jalan-jalan sebentar
- Tuliskan dan tandai, tuliskan
hal-hal penting dari yang dipelajari dari buku sumber belajar dalam buku
catatan, buatlah ringkasan atau kata-kata kunci, kalau perlu buat jembatan
keledai agar mudah diingat. Tandai bagian yang penting dari buku sumber
dengan tanda-tanda yang menarik dan mudah dilihat, kalau buku itu milik
sendiri bisa menggunakan stabilo atau pensil warna, kalau ingin buku tetap
bersih bisa menggunakan potongan kertas warna-warni yang diselipkan di
halaman buku yang diinginkan
- Kondisikan dan nikmati, kondisikan
ruang belajar kamu agar nyaman untuk belajar, atur sedemikian rupa
sehingga meja, kursi, rak buku, dan lampu pada posisi yang pas untuk
mendukung kenyamanan belajar, berikan hiasan yang membuat kamu nyaman dan
senang berada disana, bermainlah dengan warna-warna yang cerah dan lembut
untuk cat tembok dan furniture, kalau memungkinkan berilah tanaman hijau
dalam pot yang cocok untuk indoor agar suasana segar dapat kau rasakan,
setelah itu nikmati
- Jauhkan semua gangguan, kalau
tidak bisa, maka kalian yang harus menjauhinya, misalnya televisi, yang
terbaik terkait dengan televisi ini adalah adanya kesepakatan seluruh
anggota keluarga yaitu dengan tidak menghidupkan televisi pada jam-jam
belajar
- Kenali tipe belajarmu, kalau
kamu suka belajar dengan simbol, gambar dan visualisasi maka belajarlah
yang melibatkan hal-hal visual yang akan membuatmu tertarik, misalnya
dengan memperhatikan gambar-gambar pada buku sumber kemudian menelaah
penjelasannya, gunakan ilustrasi dan warna yang bervariasi dalam buku
catatanmu agar selalu berminat untuk mempelarinya. Kalau kamu suka belajar
dengan mendengarkan suara kamu bisa membaca sambil bersuara, atau sambil
mendengarkan suara lain yang kamu sukai
- Baca, baca, dan baca, jangan
bosan jangan malas untuk membaca dan terus giat membaca, karena membaca
menjadi pintu masuk pengetahuan dan wawasan yang merupakan tahapan belajar
dasar, semua sumber belajar sekarang ini kebanyakan berbasis teks, jadi
jangan malas untuk membaca, kalau ada waktu luang diluar jadwal belajarmu
gunakan untuk membaca agar wawasanmu makin luas dan pengetahuanmu terus
bertambah.

Nah itu yang bisa ts
berikan sma agan dan aganwati sekalian… masih membingungkan? Tak sanggup
ngejalanin aktivitas gituan? Hmm sudah ts duga hahhaa :v
Oke lah kalian bisa
rangkum sesederhana mungkin
“Misal nih lo punya tugas buat hari kamis, semua mata
pelajaran punya tugas masing masing yang harus di kumpulin di hari itu juga.
Apalagi eksak semua (Fisika, Kimia, Matematika peminatan) kebayang kan apalagi dengan jumlah butir soal
yang “amalayah” tips dari Ts buat situasi darurat kayak gitu cara mainin tuh
tugas gini ya… pulang sekolah jam 13.45 (kalo gak ada ekskul, kalo ada izin
aja) istirahat dulu, makan dulu, nyantei dulu sekitar 30 menit, tunggu adzan
ashar dan sholat terlebih dahulu setelah itu kerjakan tugas yang menurut lo lo
pada, mudah missal (fisika) nah kerjain sebisa lo, dengan tidak melupakan
referensinya. Setelah 1 jam, lo istirahat [ganti “kamu” aja deh biar sopan
dikit] kamu istirahatin tuh otak 5-10 menit sambil makan cemilan, minum air
putih biar fokus~ nah setelah itu lanjut lagi belajar dan seterusnya”
Ts
yakin sampe jam 21-an tugas pasti kelar asal dilakukan dengan sungguh sungguh
dan tidak BBM-an dengan orang orang tercinta kalian.coba deh coba ayooo di coba
hahah
“gan kan
belajar itu gak semudah di katakan pasti banyak hambatan nya mmm…”
Memang
banyak sekaleeeeh hambatannya beberapa diantaranya:
Ini 6
masalah utamanya
- Penyakit paling klise: MALES!
- Belajar (hanya) untuk mengejar
nilai akademis
- Menghakimi diri sendiri "Gue
kan emang bukan anak pinter"
- Benci sama mata pelajaran
tertentu
- Cara belajar yang salah
(Belajar = sibuk hafalin rumus, tahun, istilah, nama orang, dsb)
- Semangat belajar yang nggak
konsisten
Oh ya
untuk mengatasi enam masalah utama dalam belajar nanti ts posting soalnya ini
udah kepanjangan dan bikin jari ts kriting :’v hahah
Bye Bye
cukup sekian Dari TS yang kurang sopan ini, maksud ts sih, ts pake bahasa yang
akrab dan agak gahool sikit biar di mengerti sama anak alay Remaja
remaja jaman sekarang hehe
Mohon maaf
masih banyak typo yang awur awuran sana sini hehe di maafkan? Oke SEKIAN DAN
TERIMAKASIH
END
Source By : Zenius.com



